Setiap Area Kantor Memiliki Pola Penggunaan yang Berbeda
Tempat sampah di area pantry, ruang meeting, lobby, toilet, dan area kerja memiliki tingkat penggunaan yang berbeda. Pada jam tertentu, beberapa titik dapat terisi lebih cepat, sementara titik lainnya masih memiliki banyak ruang.
Bagi Facility Manager, informasi ini penting ketika menentukan jadwal pengangkutan. Data kapasitas dari setiap titik dapat membantu tim mengetahui area mana yang perlu mendapat perhatian lebih dahulu dan kapan pengangkutan sebaiknya dilakukan.
Beberapa informasi yang dapat dipantau antara lain:
- Lokasi tempat sampah
- Kapasitas tempat sampah
- Persentase tingkat keterisian
- Waktu pembacaan terakhir
- Status kapasitas
- Riwayat perubahan kapasitas
- Waktu pengangkutan
Dengan informasi tersebut, pengelolaan sampah dapat disusun berdasarkan kondisi masing-masing area.
Bagaimana Menentukan Waktu Pengangkutan yang Lebih Tepat?
Salah satu data penting dalam smart waste monitoring adalah fill level, yaitu tingkat keterisian tempat sampah.
Misalnya, Facility Team memiliki tiga titik tempat sampah:
|
Area
|
Fill Level
|
Status
|
|
Pantry Lantai 3
|
85%
|
Perlu dijadwalkan
|
|
Ruang Meeting Lantai 5
|
40%
|
Masih tersedia
|
|
Lobby
|
70%
|
Perlu dipantau
|
Dari data tersebut, tim dapat memberikan perhatian lebih pada Pantry Lantai 3 karena tingkat keterisiannya sudah lebih tinggi.
Threshold atau batas kapasitas dapat ditentukan sesuai kebutuhan operasional. Misalnya:
Normal → Perlu Dipantau → Mendekati Penuh → Perlu Pengangkutan
Dengan status yang jelas, Facility Team memiliki acuan yang lebih terstruktur untuk mengatur prioritas pengangkutan.
Fill Level Sensor Memberikan Data Kapasitas dari Setiap Titik
Fill level sensor dapat dipasang pada tempat sampah untuk mendeteksi tingkat keterisian sesuai jenis sensor dan desain perangkat yang digunakan.
Sensor kemudian dapat menjadi bagian dari sistem IoT yang mengirimkan data ke platform monitoring. Facility Manager dapat menggunakan data tersebut untuk melihat kondisi beberapa titik tempat sampah dari satu tampilan monitoring.
Informasi yang dapat ditampilkan, tergantung implementasi sistem, misalnya:
- Lokasi tempat sampah
- Tingkat keterisian
- Status kapasitas
- Waktu pembacaan terakhir
- Riwayat tingkat keterisian
Dengan data yang tersusun berdasarkan lokasi dan waktu, pola penggunaan setiap area kantor menjadi lebih mudah dipahami.
RFID Dapat Memberikan Identitas pada Setiap Tempat Sampah
Selain mengukur kapasitas, RFID dapat digunakan untuk memberikan identitas unik pada tempat sampah atau aset pendukung pengelolaan sampah.
Setiap tag RFID dapat dikaitkan dengan informasi seperti:
- ID tempat sampah
- Lokasi
- Area atau lantai
- Jenis tempat sampah
- Status aset
- Riwayat pemindahan atau pengelolaan
Contohnya, tempat sampah dengan ID BIN-F3-012 dapat dikaitkan dengan lokasi Pantry Lantai 3. Ketika informasi identitas tersebut terhubung dengan data monitoring, Facility Team dapat mengetahui tempat sampah mana yang sedang dipantau dan berada di lokasi mana.
Di sinilah RFID dan IoT dapat saling melengkapi: RFID memberikan identitas pada objek, sementara fill level sensor menyediakan data mengenai tingkat keterisiannya.
Hubungkan Data Kapasitas dengan Jadwal Pengangkutan
Data monitoring akan semakin berguna ketika dikaitkan dengan aktivitas pengangkutan.
Facility Team dapat menetapkan alur sederhana seperti:
- Fill level sensor membaca kapasitas tempat sampah.
- Data dikirim ke sistem monitoring.
- Sistem mengelompokkan kondisi berdasarkan threshold yang telah ditentukan.
- Tim Facility melihat titik yang membutuhkan perhatian.
- Pengangkutan dijadwalkan sesuai prioritas area.
- Status pengangkutan diperbarui setelah pekerjaan selesai.
Sebagai contoh, ketika tempat sampah di Pantry Lantai 3 mencapai threshold yang ditentukan, tim dapat memasukkannya ke dalam prioritas pengangkutan berikutnya.
Sementara itu, tempat sampah di area dengan kapasitas yang masih rendah dapat tetap dipantau sesuai interval yang telah ditetapkan.
Gunakan Riwayat Data untuk Memahami Pola Sampah di Kantor
Monitoring tidak hanya berguna untuk melihat kondisi saat ini. Riwayat fill level dapat membantu Facility Manager memahami pola penggunaan dari waktu ke waktu.
Beberapa pola yang dapat dianalisis antara lain:
- Area dengan tingkat keterisian paling tinggi
- Jam atau hari dengan penggunaan sampah tertinggi
- Rata-rata waktu hingga tempat sampah mencapai threshold
- Perbedaan pola penggunaan antar lantai
- Frekuensi pengangkutan setiap area
- Perubahan volume sampah setelah kegiatan kantor tertentu
Misalnya, data menunjukkan bahwa tempat sampah di pantry lantai tertentu lebih cepat mencapai 80% pada hari kerja tertentu. Informasi ini dapat menjadi dasar untuk menyesuaikan frekuensi pengecekan dan jadwal pengangkutan pada area tersebut.
Jika Facility Team membutuhkan sistem yang menghubungkan data objek, sensor, lokasi, dan aktivitas monitoring dalam alur yang lebih terstruktur, pendekatan seperti IoT monitoring dan RFID dapat menjadi bagian dari pengelolaan fasilitas. Dartmedia IoT & RFID Solutions
Tentukan Data yang Perlu Dipantau Sejak Awal
Sebelum menerapkan smart waste monitoring, Facility Manager dapat menentukan data apa saja yang benar-benar dibutuhkan untuk mendukung pengambilan keputusan.
Setidaknya, setiap titik monitoring dapat memiliki:
- Bin ID
- Lokasi
- Area atau lantai
- Jenis tempat sampah
- Kapasitas
- Fill level
- Threshold
- Status
- Waktu pembacaan terakhir
- Riwayat pengangkutan
Penentuan data ini membantu memastikan dashboard atau laporan yang dibuat tetap fokus pada kebutuhan operasional.
Untuk organisasi yang ingin mengembangkan monitoring fasilitas berbasis sensor dan RFID, Dartmedia IoT & RFID Solutions dapat menjadi referensi untuk mengeksplorasi penerapan teknologi tersebut pada kebutuhan operasional kantor.
Dari Data Kapasitas Menjadi Pengelolaan Sampah yang Lebih Terarah
Pengelolaan tempat sampah di kantor memiliki banyak titik yang dapat dipantau. Ketika setiap titik memiliki identitas, informasi kapasitas, lokasi, dan riwayat pengangkutan yang terstruktur, Facility Team memiliki dasar yang lebih jelas untuk menentukan prioritas pekerjaan.
IoT monitoring melalui fill level sensor membantu menyediakan informasi mengenai kondisi kapasitas, sementara RFID dapat membantu memberikan identitas dan keterlacakan pada setiap tempat sampah atau aset terkait. Keduanya dapat dirancang sebagai bagian dari sistem monitoring fasilitas yang lebih terhubung.
Bagi Facility Manager, pendekatan ini membuka peluang untuk menyusun jadwal pengangkutan berdasarkan pola penggunaan setiap area, sekaligus membangun data historis yang dapat digunakan untuk mengevaluasi dan menyempurnakan pengelolaan sampah kantor dari waktu ke waktu.