?> Biaya Overhead: Pengertian, Cara Hitung, Tips Efisiensi | Dartmedia
Business

Biaya Overhead: Pengertian, Cara Hitung, Tips Efisiensi

Biaya Overhead: Pengertian, Cara Hitung, Tips Efisiensi
25 April 2025

Tidak sedikit pemilik bisnis yang merasa arus kasnya sehat, penjualannya stabil, tapi keuntungannya tetap tipis. Salah satu penyebabnya sering tersembunyi di tempat yang jarang diperhatikan—biaya overhead. Ini bukan tentang bahan baku atau gaji karyawan, tapi tentang semua pengeluaran "tidak terlihat" yang pelan-pelan menggerus margin.

 

Memahami dan mengelola biaya overhead dengan tepat adalah kunci untuk membuat keputusan bisnis yang lebih cerdas. Bukan hanya untuk perusahaan besar—bahkan bisnis kecil sekalipun perlu tahu cara menghitung dan mengoptimalkannya agar tetap kompetitif dan berkelanjutan.

 

 

Apa Itu Biaya Overhead?

 

Secara sederhana, biaya overhead adalah semua pengeluaran bisnis yang tidak langsung terkait dengan proses produksi atau layanan utama, tetapi tetap dibutuhkan agar operasional tetap berjalan. Berbeda dengan biaya langsung seperti bahan baku atau gaji tenaga kerja produksi, overhead tidak bisa langsung ditelusuri ke satu produk atau layanan.

 

 

Jenis-Jenis Overhead yang Umum Dijumpai:

 

1. Overhead Tetap

Biaya yang besarannya relatif konsisten dari bulan ke bulan. Contohnya:

2. Overhead Variabel

Biaya yang berubah tergantung pada volume aktivitas atau operasional bisnis. Contohnya:

3. Overhead Semi-Variabel

Kombinasi dari biaya tetap dan variabel, yang biasanya ada komponen dasar tetap dan tambahan tergantung pemakaian. Misalnya:

4. Overhead Administratif dan Umum

Biaya yang berkaitan dengan kegiatan pendukung, seperti manajemen, legal, atau akuntansi. Contohnya:

5. Overhead Penjualan dan Pemasaran

Biaya yang mendukung aktivitas promosi dan distribusi produk atau layanan. Misalnya:

Masing-masing jenis overhead ini tidak langsung menghasilkan pendapatan, tetapi tetap harus dikelola dengan cermat karena bisa menyedot banyak sumber daya tanpa disadari. Jika tidak dikendalikan, biaya overhead bisa menggerus margin keuntungan secara perlahan tapi pasti.

 

 

Cara Menghitung Biaya Overhead

 

Menghitung overhead sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Berikut langkah-langkah dasar yang bisa diterapkan:

 

1. Kumpulkan Semua Pengeluaran Tak Langsung
Masukkan biaya sewa, tagihan internet, listrik, perangkat lunak, keamanan, dan lainnya yang tidak berkaitan langsung dengan produksi.

2. Total dan Catat Secara Berkala
Kategorikan pengeluaran tersebut dan akumulasi per bulan untuk mengetahui total overhead cost.

3. Bandingkan dengan Pendapatan atau Produksi
Gunakan rumus:
Overhead Rate = (Total Biaya Overhead ÷ Total Penjualan atau Produksi) x 100%

Ini membantu memahami seberapa besar porsi overhead dalam operasi bisnis.

 

Tips Mengelola dan Menekan Biaya Overhead

 

1. Audit Rutin Biaya Operasional

Banyak biaya yang bisa dikurangi tanpa memengaruhi kualitas, terutama kegiatan operasional yang bisa diotomatisasi.

2. Manfaatkan Teknologi Digital

Otomatisasi administrasi, pelaporan, dan monitoring bisa memangkas overhead dengan signifikan.

3. Gunakan Sistem Terpusat untuk Operasional

Koordinasi manual antar divisi bisa menambah beban biaya—baik waktu maupun tenaga. Platform digital bisa mengintegrasikan proses dan mempercepat kerja.

Byon menyediakan sistem manajemen operasional digital yang membantu bisnis memantau dan menekan biaya overhead secara real-time.

 

 

Keuntungan Sistem Manajemen Digital untuk Kendalikan Overhead 

 

Tidak semua biaya overhead bisa dihindari, tapi banyak yang bisa dikontrol dengan pendekatan digital yang tepat. Berikut beberapa area yang bisa dikelola dengan sistem yang terintegrasi:

 

Byon membantu bisnis dari berbagai skala untuk mengelola overhead secara efisien melalui solusi digital yang terintegrasi dan mudah digunakan.

 

 

Overhead Terkendali, Bisnis Terkelola

 

Mengelola biaya overhead bukan sekadar memotong pengeluaran, tapi soal menciptakan efisiensi berkelanjutan. Ketika overhead terkendali, bisnis lebih mudah berkembang tanpa tekanan biaya tak terduga. Dengan dukungan sistem yang tepat, keputusan menjadi lebih data-driven, akurat, dan cepat. Itulah kunci daya saing di era digital.

Irsan Buniardi