?> Strategi Lead Scoring Berdasarkan Aktivitas dan Riwayat Kontak | Dartmedia
Business

Strategi Lead Scoring Berdasarkan Aktivitas dan Riwayat Kontak

Strategi Lead Scoring Berdasarkan Aktivitas dan Riwayat Kontak
08 December 2025

Lead scoring adalah proses menilai kualitas prospek berdasarkan tingkat ketertarikan, relevansi kebutuhan, dan kesiapan potensial mereka untuk membeli. Dalam dunia penjualan modern, lead tidak dinilai hanya karena mereka mengisi formulir, membuka email, atau mengunjungi situs web. Lead scoring membantu memisahkan prospek yang sekadar penasaran dengan prospek yang benar-benar memiliki urgensi dan kesesuaian terhadap solusi yang ditawarkan.

 

Pendekatan ini tidak selalu harus kaku. Justru dalam konteks bisnis yang dinamis, penilaian terbaik sering muncul dari pemahaman mendalam terhadap perilaku, percakapan, dan konteks situasional masing-masing prospek. Artikel ini membahas bagaimana lead scoring dapat dilakukan secara efektif, terutama melalui sudut pandang hubungan dan kualitas interaksi.

 

 

Menilai Kedalaman Dialog, Bukan Sekadar Aktivitas

 

Sering kali, pendekatan lead scoring terlalu fokus pada angka aktivitas: berapa kali prospek membuka email, total unduhan materi, atau jumlah kunjungan website. Meskipun aktivitas dasar itu tetap penting, tidak semua menunjukkan kedewasaan minat secara nyata.

 

Yang lebih penting adalah memahami kedalaman dialog.

 

Misalnya:

 

 

Percakapan yang sudah mengarah pada sesuatu yang spesifik menunjukkan kebutuhan yang mulai terdefinisi. Pada situasi seperti ini, lead berada pada tahap lebih matang dibanding mereka yang sekadar menunjukkan minat permukaan.

 

Dialog yang mendalam juga biasanya menghadirkan urgency. Jika prospek menyebutkan tenggat waktu implementasi, fase proyek tertentu, atau kondisi bisnis yang mendesak, tim penjualan dapat menganggap bahwa peluang konversi semakin besar.

 

 

Riwayat Interaksi sebagai Indikator Kesiapan

 

Salah satu sinyal kuat dalam lead scoring adalah konsistensi interaksi. Prospek yang kembali bertanya setelah presentasi, menindaklanjuti dengan pertanyaan lanjutan, atau mengarahkannya kepada anggota tim lain sering kali masuk kategori "siap digarap".

 

Beberapa bentuk riwayat kontak yang dapat dievaluasi secara kualitatif meliputi:

 

 

Hal-hal tersebut menunjukkan bahwa keputusan tidak lagi berada pada tahap eksplorasi awal. Calon pelanggan sedang mengumpulkan bukti untuk menjustifikasi pembelian secara internal.

 

Tidak semua lead akan bersuara sepanjang proses. Namun ketika komunikasi mengalir secara konsisten, bahkan dalam koridor yang kecil sekalipun, itu merupakan bagian penting dari penilaian.

 

 

Kesiapan Organisasi Prospek

 

Lead scoring juga dapat dilakukan dengan membaca konteks organisasi. Perusahaan yang sedang memperluas kapasitas produksi, memperbarui alat administratif, atau meningkatkan efisiensi biasanya lebih siap menerima solusi baru.

 

Kondisi perusahaan seperti:

 

 

sering kali menjadi pemicu perlunya solusi tambahan.

 

Contohnya: prospek yang sebelumnya hanya membutuhkan fitur sederhana kini memiliki tuntutan integrasi lintas departemen karena proses bisnis meningkat. Situasi seperti ini cukup sering menjadi indikasi bahwa prospek sedang mendekati fase keputusan.

 

Dengan memahami momen organisasi tersebut, tim penjualan dapat menentukan kapan melakukan pendekatan lebih aktif, menyusun presentasi lebih relevan, dan menentukan urgensi tindak lanjut.

 

 

Menghubungkan Semua Sinyal dalam Satu Sistem Terpadu

 

Lead scoring akan memiliki akurasi terbaik ketika semua data interaksi tercatat dalam satu ruang kerja. Ketika tim penjualan, marketing, dan customer support menggunakan saluran berbeda tanpa sistem yang terhubung, penilaian menjadi bias dan tidak konsisten. Sebaliknya, sistem terpadu memberi visibilitas penuh.

 

Melalui platform seperti Byon, perusahaan dapat:

 

 

Dengan seluruh data yang saling terhubung, setiap keputusan tindak lanjut dapat diambil berdasarkan situasi terbaru, bukan asumsi atau interpretasi personal.

 

 

Lead Scoring sebagai Arah Strategis Penjualan

 

Pada akhirnya, lead scoring bukan sekadar proses klasifikasi. Ia adalah cara menilai potensi berdasarkan hubungan yang berkembang, kebutuhan yang semakin jelas, serta konteks bisnis yang tengah berubah. Ketika penilaian dilakukan dengan pemahaman seperti ini, prospek yang tepat akan mendapat prioritas, dan proses penjualan berjalan lebih terarah tanpa terbuang pada peluang yang belum siap.

 

Dalam alur penjualan yang semakin terintegrasi, platform seperti Byon membantu memastikan setiap interaksi tercatat dan dapat diinterpretasi dengan konsisten sehingga keputusan penjualan menjadi lebih tepat waktu dan relevan.

Irsan Buniardi