?> Kesalahan Umum Saat Menggunakan E-Sign dalam Proses Dokumen Digital | Dartmedia
Business

Kesalahan Umum Saat Menggunakan E-Sign dalam Proses Dokumen Digital

Kesalahan Umum Saat Menggunakan E-Sign dalam Proses Dokumen Digital
12 March 2026

Penggunaan electronic signature (e-sign) semakin umum dalam berbagai proses bisnis, mulai dari kontrak kerja sama hingga persetujuan dokumen internal. Teknologi ini membantu perusahaan mempercepat proses administrasi karena dokumen tidak lagi harus dicetak, ditandatangani secara manual, lalu dikirim secara fisik.

 

Namun, meskipun teknologi e-sign sudah banyak digunakan, masih ada berbagai kesalahan yang sering terjadi dalam penerapannya. Kesalahan ini biasanya muncul karena kurangnya pemahaman mengenai cara kerja sistem tanda tangan elektronik dan praktik pengelolaan dokumen digital yang benar.

 

Jika tidak diperhatikan, kesalahan tersebut dapat memengaruhi keamanan dokumen, validitas administrasi, bahkan efisiensi proses bisnis.

 

 

Menganggap Scan Tanda Tangan sebagai E-Sign

 

Salah satu kesalahan yang paling umum adalah menganggap gambar tanda tangan yang dipindai sebagai tanda tangan elektronik.

 

Banyak orang masih melakukan proses berikut:

 

 

Cara ini sebenarnya hanya menghasilkan dokumen digital dari tanda tangan manual, bukan sistem e-sign yang sesungguhnya.

 

Dalam sistem e-sign yang sebenarnya, tanda tangan dilakukan melalui platform digital yang mencatat aktivitas dokumen secara otomatis.

 

 

Tidak Memastikan Identitas Penandatangan

 

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah tidak melakukan verifikasi identitas penandatangan.

 

Dalam dokumen bisnis, sangat penting untuk memastikan bahwa pihak yang menandatangani memang benar orang yang berwenang.

 

Beberapa metode verifikasi yang biasanya digunakan dalam sistem e-sign antara lain:

 

 

Tanpa proses verifikasi yang memadai, dokumen digital dapat berisiko disalahgunakan.

 

 

Tidak Menggunakan Sistem dengan Audit Trail

 

Audit trail merupakan catatan aktivitas yang menunjukkan proses yang terjadi pada dokumen digital.

 

Beberapa organisasi masih menggunakan metode sederhana seperti mengirim file PDF melalui email tanpa sistem yang mencatat aktivitas dokumen.

 

Padahal audit trail sangat penting karena dapat merekam informasi seperti:

 

 

Tanpa audit trail, akan sulit melacak proses dokumen jika terjadi masalah atau sengketa.

 

 

Tidak Memperhatikan Urutan Penandatanganan

 

Dalam banyak transaksi bisnis, dokumen harus ditandatangani oleh beberapa pihak dengan urutan tertentu.

 

Kesalahan yang sering terjadi adalah:

 

 

Sistem e-sign biasanya memungkinkan pengaturan workflow penandatanganan, sehingga dokumen dapat diproses sesuai urutan yang telah ditentukan.

 

Pengaturan ini membantu memastikan bahwa setiap pihak meninjau dokumen pada tahap yang tepat.

 

 

Tidak Mengelola Dokumen Digital dengan Baik

 

Setelah dokumen selesai ditandatangani, pengelolaan arsip digital sering kali kurang diperhatikan.

 

Beberapa masalah yang sering muncul antara lain:

 

 

Pengelolaan dokumen yang baik sangat penting agar arsip digital tetap terorganisir dan mudah diakses ketika diperlukan.

 

 

Mengabaikan Keamanan Dokumen

 

Kesalahan lain yang cukup sering terjadi adalah kurang memperhatikan aspek keamanan dalam pengelolaan dokumen elektronik.

 

Beberapa langkah keamanan yang seharusnya diterapkan antara lain:

 

 

Dengan sistem keamanan yang memadai, dokumen digital dapat terlindungi dari perubahan yang tidak sah atau akses yang tidak diizinkan.

 

 

Menggunakan Platform yang Tidak Terintegrasi

 

Beberapa perusahaan menggunakan e-sign sebagai alat terpisah dari sistem bisnis lainnya.

 

Hal ini dapat menimbulkan beberapa kendala seperti:

 

 

Platform seperti Byon dapat mengintegrasikan penggunaan e-sign dengan sistem bisnis seperti HR, CRM, atau manajemen kontrak, sehingga proses dokumen akan menjadi lebih efisien dan terkelola.

 

 

Pentingnya Memahami Praktik Penggunaan E-Sign

 

Menghindari kesalahan dalam penggunaan e-sign sangat penting untuk memastikan bahwa dokumen digital dapat dikelola dengan baik. Dengan memahami cara kerja sistem tanda tangan elektronik dan memanfaatkan platform seperti Byon, perusahaan dapat menjaga keamanan dokumen dan meningkatkan efisiensi proses administrasi. Ini akan memastikan bahwa setiap transaksi digital memiliki catatan yang jelas dan dapat dipercaya.

Irsan Buniardi