?> Approval Bottleneck: Ketika Diskon Digital Tidak Selalu Mempercepat Closing | Dartmedia
Business

Approval Bottleneck: Ketika Diskon Digital Tidak Selalu Mempercepat Closing

Approval Bottleneck: Ketika Diskon Digital Tidak Selalu Mempercepat Closing
15 January 2026

Digitalisasi proses penjualan sering dipandang sebagai langkah penting untuk meningkatkan kecepatan dan konsistensi. Salah satu area yang paling sering didigitalisasi adalah approval diskon. Namun, dalam praktiknya, tidak sedikit tim yang justru merasakan proses closing menjadi lebih lambat setelah sistem diterapkan.

 

Hal ini wajar terjadi, dan biasanya bukan karena kesalahan individu, melainkan karena desain workflow yang belum sepenuhnya selaras dengan konteks bisnis.

 

 

Pola yang Sering Terjadi

 

Banyak organisasi membangun sistem approval dengan prinsip kehati-hatian yang tinggi. Semua diskon, tanpa melihat besar kecilnya, diarahkan ke jalur approval yang sama agar tetap terkendali.

 

Pendekatan ini terasa aman, tetapi dalam aktivitas harian bisa menimbulkan efek samping:

 

 

Semua proses berjalan sesuai aturan, namun kecepatan yang diharapkan belum sepenuhnya tercapai.

 

 

Memahami Konteks Risiko dalam Diskon

 

Diskon pada dasarnya adalah alat untuk mendukung keputusan bisnis. Risiko yang ingin dijaga biasanya berkaitan dengan hal-hal seperti margin, konsistensi harga, atau dampak jangka panjang ke struktur penjualan.

 

Karena itu, diskon dengan nilai berbeda sebetulnya memiliki tingkat risiko yang berbeda pula. Saat sistem belum membedakan konteks ini, proses approval cenderung menjadi seragam dan kurang proporsional.

 

 

Pendekatan Workflow yang Lebih Adaptif

 

Salah satu pendekatan yang lebih seimbang adalah membuat workflow yang menyesuaikan diri dengan konteks.

 

Sebagai ilustrasi:

 

 

Dengan cara ini, sistem tetap menjaga kontrol, sambil memberikan ruang bagi proses penjualan untuk bergerak lebih efisien.

 

 

Peran Platform Digital yang Mendukung Fleksibilitas

 

Pendekatan di atas dapat dibantu oleh platform digital yang tepat. Platform seperti Byon mampu:

 

 

CRM tetap berperan penting sebagai pusat data dan aktivitas sales, sementara mekanisme workflow berjalan sebagai lapisan terpisah yang lebih fleksibel dan mudah dikembangkan.

 

 

Menemukan Keseimbangan antara Kontrol dan Kecepatan

 

Digitalisasi approval bukan sekadar memindahkan proses ke dalam sistem. Nilai sebenarnya muncul ketika workflow dirancang dengan mempertimbangkan konteks, risiko, dan alur kerja nyata di lapangan.

 

Dengan pendekatan yang tepat dan dukungan platform seperti Byon, proses approval dapat menjadi penjaga kualitas keputusan, sekaligus pendukung kecepatan closing yang berkelanjutan.

Irsan Buniardi