?> Cara Memantau Task Project dari PIC, Deadline, sampai Status Progress | Dartmedia
Business

Cara Memantau Task Project dari PIC, Deadline, sampai Status Progress

Cara Memantau Task Project dari PIC, Deadline, sampai Status Progress
05 May 2026

Dalam pengelolaan project, update pekerjaan sering kali sudah disampaikan, tetapi status task tetap sulit dipastikan. Informasi bisa tersebar di email, chat internal, meeting notes, dokumen kolaboratif, atau file tracking yang tidak selalu diperbarui secara konsisten.

 

Akibatnya, project manager harus melakukan follow-up berulang untuk memastikan hal-hal dasar: task mana yang sudah selesai, siapa PIC-nya, deadline mana yang mulai berisiko, dan kendala apa yang masih menghambat progress.

 

Situasi seperti ini biasanya terlihat ketika:

 

 

 

Kenapa Task Project Mudah Terlewat?

 

Email dan chat internal memang efektif untuk diskusi cepat. Namun, keduanya kurang ideal jika dijadikan tempat utama untuk melacak task project. Informasi penting dapat tertimpa percakapan baru, tercampur dengan pembahasan lain, atau hanya diketahui pihak tertentu.

 

Masalah ini semakin terasa ketika satu project melibatkan banyak divisi, seperti operations, finance, procurement, sales, product, atau vendor eksternal. Setiap pihak mungkin sudah memberi update, tetapi belum tentu ada satu sumber data yang menunjukkan status project secara utuh.

 

Biasanya, task project mulai sulit dilacak karena:

 

 

 

Cara Melacak Task Project Dimulai dari Struktur yang Jelas

 

Agar task lebih mudah dipantau, setiap pekerjaan perlu dicatat dalam struktur yang jelas. Task tidak cukup hanya ditulis sebagai instruksi umum seperti “follow up vendor” atau “siapkan materi launching”. Task perlu dibuat spesifik, memiliki PIC, deadline, status, dan catatan progress.

 

Minimal, setiap task project perlu memuat:

 

 

Dengan struktur ini, project manager tidak hanya tahu task mana yang belum selesai, tetapi juga memahami mengapa task tersebut belum selesai.

 

Status Task Tidak Cukup Hanya “Selesai” atau “Belum Selesai”

 

Salah satu penyebab project sulit dikendalikan adalah status task yang terlalu sederhana. Jika status hanya dibagi menjadi “selesai” dan “belum selesai”, project manager tidak bisa membedakan apakah task sedang dikerjakan, menunggu approval, tertahan karena kendala, atau belum dimulai.

 

Status task sebaiknya dibuat lebih operasional, misalnya:

 

 

Status seperti ini membantu project manager membaca kondisi project dengan lebih akurat. Task yang berstatus pending perlu segera dibantu penyelesaian hambatannya, sedangkan task waiting approval perlu difollow up ke pihak yang memiliki otoritas persetujuan.

 

 

Contoh Situasi: Project Launching Produk Baru

Misalnya perusahaan sedang menjalankan project launching produk baru. Project ini melibatkan beberapa divisi, seperti marketing, sales, finance, procurement, dan product team.

 

Tanpa tracking yang rapi, update dari masing-masing tim bisa tersebar di berbagai kanal komunikasi. Sekilas semua pihak sudah memberikan update, tetapi project manager tetap sulit menjawab pertanyaan penting: task mana yang sudah selesai, mana yang tertahan, dan mana yang berisiko mengganggu timeline launching.

 

Agar lebih mudah dikontrol, setiap update perlu dikembalikan ke task yang spesifik:

 

Task

PIC

Status

Catatan

Finalisasi materi campaign

Marketing Lead

In progress

Menunggu revisi desain final

Approval budget launching

Finance

Waiting approval

Menunggu persetujuan manager

Konfirmasi vendor event

Procurement

Pending

Vendor belum mengirim quotation final

Update product brief

Product Team

Done

Dokumen sudah dibagikan ke tim terkait

Sales briefing

Sales Lead

To do

Menunggu materi final dari marketing

 

Dari contoh ini, project manager bisa langsung melihat bahwa risiko utama bukan hanya pada deadline, tetapi pada task yang masih pending dan waiting approval. Informasi seperti ini sering tidak terlihat jika seluruh update hanya tersimpan dalam percakapan terpisah.

 

 

Cara Merapikan Tracking Task Project

 

Melacak task project bukan berarti semua komunikasi harus dipindahkan ke satu format yang kaku. Diskusi tetap dapat berlangsung melalui kanal komunikasi yang biasa digunakan tim. Namun, informasi penting dari diskusi tersebut perlu dicatat sebagai data project yang bisa dipantau.

 

Beberapa langkah yang dapat diterapkan:

 

  1. Buat task secara spesifik
    Hindari task yang terlalu luas seperti “urus launching”. Pecah menjadi pekerjaan yang lebih jelas, seperti “finalisasi materi campaign”, “approval budget”, atau “konfirmasi vendor”.
  2. Tetapkan satu PIC utama untuk setiap task
    Satu task sebaiknya memiliki satu PIC yang bertanggung jawab memberi update. Tim lain dapat terlibat, tetapi ownership tetap perlu jelas.
  3. Catat deadline sejak awal
    Deadline sebaiknya tidak hanya disebut dalam meeting atau percakapan internal. Jika deadline berubah, perubahan tersebut juga perlu tercatat.
  4. Gunakan status progress yang konsisten
    Pastikan semua tim menggunakan status yang sama, seperti to do, in progress, waiting approval, pending, dan done.
  5. Tulis kendala secara eksplisit
    Hindari catatan yang terlalu umum seperti “belum selesai”. Tulis alasan konkretnya, misalnya “menunggu approval finance” atau “vendor belum mengirim quotation final”.
  6. Review task secara berkala
    Project manager dapat memprioritaskan task yang mendekati deadline, overdue, atau pending sebelum meeting project dimulai.

 

Jika perusahaan mulai kesulitan memantau task project dari berbagai kanal komunikasi, sistem seperti BYON dapat membantu mengelola task assignment, project progress tracking, dan deadline monitoring dalam satu alur kerja yang lebih terstruktur.

 

 

Task Project Perlu Dicatat, Bukan Hanya Dibicarakan

 

Komunikasi tetap penting dalam menjalankan project, tetapi tidak cukup untuk menjadi dasar utama dalam melacak task. Ketika update tersebar di banyak kanal, project manager akan kesulitan melihat status terbaru, PIC, deadline, dan kendala yang sedang terjadi.

 

Dengan mencatat task secara lebih terstruktur, project menjadi lebih mudah dikontrol. Setiap pekerjaan memiliki PIC, deadline, status, dan histori update yang jelas. Untuk perusahaan yang ingin membuat monitoring project lebih konsisten, BYON dapat membantu membuat status pekerjaan lebih mudah dipantau oleh tim terkait.

 

Irsan Buniardi