?> Cara Menghindari Pembelian Barang yang Sama Dua Kali antar Divisi | Dartmedia
Business

Cara Menghindari Pembelian Barang yang Sama Dua Kali antar Divisi

Cara Menghindari Pembelian Barang yang Sama Dua Kali antar Divisi
21 May 2026

Duplicate purchase sering terjadi ketika request barang berasal dari banyak divisi tanpa histori pembelian yang jelas. Pelajari cara merapikan proses request dan approval agar pembelian lebih terkontrol.

 

Request pembelian sebenarnya sudah masuk minggu lalu. Namun karena dikirim lewat chat berbeda dan diproses oleh PIC yang berbeda, tim procurement baru sadar bahwa barang yang sama sudah pernah dibeli oleh divisi lain beberapa hari sebelumnya.

 

Kasus seperti ini cukup sering terjadi di perusahaan yang memiliki banyak request operasional setiap hari. Mulai dari ATK, laptop, spare part, kebutuhan project, sampai langganan software, semuanya bisa terduplikasi ketika proses request tidak terpusat dan histori pembelian sulit dicek dengan cepat.

 

 

Kenapa Duplicate Purchase Sering Terjadi?

 

Masalahnya biasanya bukan karena tim procurement tidak teliti. Yang lebih sering terjadi adalah informasi pembelian tersebar di banyak tempat.

 

Contohnya:

 

 

Akibatnya, tim procurement hanya fokus memproses request yang masuk tanpa visibility apakah barang tersebut:

 

 

 

Bedakan Request Baru, Repeat Purchase, dan Duplicate Request

 

Sebelum merapikan proses procurement, penting untuk membedakan beberapa kondisi berikut:

 

Status Request

Penjelasan

New Request

Barang memang belum pernah dibeli sebelumnya

Repeat Purchase

Barang yang sama dibeli kembali karena stok habis atau kebutuhan rutin

Duplicate Request

Barang yang sama diajukan lebih dari satu kali tanpa kebutuhan tambahan yang jelas

Pending Approval

Request masih menunggu persetujuan

In Procurement Process

Barang sedang dalam proses pembelian

 

Masalah duplicate purchase sering muncul karena tim tidak bisa membedakan antara repeat purchase yang memang diperlukan dan duplicate request yang sebenarnya bisa dicegah.

 

 

Data Minimal yang Perlu Dicek Sebelum Membeli Barang

 

Sebelum request diproses menjadi purchase order, tim procurement sebaiknya mengecek beberapa data berikut:

 

 

Jangan hanya melihat nama barang. Banyak duplicate purchase terjadi karena spesifikasi ditulis berbeda padahal kebutuhan barangnya sama.

 

Contoh:

 

 

Padahal yang dimaksud adalah produk yang sama.

 

 

Contoh Kasus Duplicate Purchase antar Divisi

 

Berikut contoh sederhana yang sering terjadi di operasional sehari-hari:

 

Tanggal

Divisi

Barang

Status

3 Mei

Marketing

Printer Epson L3250

Approved

5 Mei

Finance

Printer Epson L3250

Approved

6 Mei

Procurement

Purchase Order dibuat

Diproses

 

Karena request masuk dari divisi berbeda dan histori pembelian tidak terlihat dalam satu dashboard, procurement mengira kedua request tersebut adalah kebutuhan terpisah.

 

Padahal setelah dicek, printer pertama sebenarnya masih cukup digunakan bersama untuk sementara waktu.

 

Akibatnya:

 

 

 

Cara Merapikan Proses Request Pembelian antar Divisi

 

Beberapa langkah berikut biasanya cukup membantu mengurangi duplicate purchase:

 

1. Gunakan format request yang sama

 

Semua divisi perlu menggunakan format request yang konsisten agar data mudah dicek.

 

Minimal isi request mencakup:

 

 

2. Buat request masuk ke satu alur yang sama

 

Jangan biarkan sebagian request masuk lewat chat, sebagian lewat email, dan sebagian lewat spreadsheet.

 

Ketika seluruh request masuk ke workflow yang sama, procurement lebih mudah:

 

 

Jika request pembelian mulai sulit dipantau karena datang dari banyak channel berbeda, perusahaan bisa mempertimbangkan sistem seperti BYON agar request form, approval, dan histori pembelian lebih mudah dilihat dalam satu alur kerja.

 

3. Cek histori pembelian sebelum approval final

 

Sebelum purchase order dibuat, biasakan melakukan pengecekan cepat:

 

 

Langkah sederhana ini sering mengurangi pembelian yang sebenarnya belum perlu dilakukan.

 

 

Bagaimana Purchase History dan Workflow Approval Membantu?

 

Ketika request dan approval sudah masuk ke satu sistem, procurement tidak perlu lagi membuka banyak chat atau file untuk mengecek histori.

 

Fitur seperti purchase history membantu tim melihat:

 

 

Sementara approval workflow membantu memastikan:

 

 

Kombinasi dua hal ini membuat proses procurement lebih mudah dikontrol, terutama ketika jumlah request mulai meningkat setiap minggu.

 

Untuk perusahaan yang ingin membuat proses request dan procurement lebih konsisten antar divisi, BYON dapat membantu menghubungkan request form, workflow approval, purchase history, dan monitoring status dalam satu sistem yang lebih mudah dilacak.

 

 

Duplicate Purchase Biasanya Berawal dari Visibility yang Kurang

 

Dalam banyak kasus, duplicate purchase bukan terjadi karena tim sengaja melakukan kesalahan. Masalah utamanya adalah informasi pembelian tidak terlihat secara utuh saat request diproses.

 

Ketika histori pembelian, status request, dan approval bisa dilihat dalam satu alur yang jelas, perusahaan lebih mudah mengontrol pengeluaran, mengurangi pembelian yang tidak perlu, dan menjaga proses procurement tetap rapi meskipun request datang dari banyak divisi.

 

Irsan Buniardi